Tarombo bercerita (2)

 

Tarombo bercerita (2)

Th.Pardede

Raja batak 

Pada Bagian Tarombo bercerita (1) dikisahkan:

Raja Sorba di Banua mempunyai keturunan dari:

Nai Anting Malela  :

  1. Sibagotni Pohan
  2. Paet Tua
  3. Silahi Sabungan
  4. Raja Oloan
  5. Raja Hutalima

 

Boru Sibasopaet:

  1. Raja Sobu
  2. Raja Sumba
  3. Nai Pospos

 

Setelah dewasa anak-anaknya  maka Sorba Di Banua latihan perang-perangan dengan menggunakan Sanggar (sejenis rumput pimping) Keturunan Anting malela melawan keturunan Sibasopaet.

Keturunan Sibasopaet keberatan lalu mengatakan “ Behama i ale amang, tolu do hami saina , nasida lima tung taralo hami mai? (Bagai manalah itu bapa ,kami Cuma tiga orang satu ibu sedangkan mereka ada lima orang, apa mungkin kami dapat melawan mereka ?)

Tetapi Tuan Sorba di Banua memberi alasan  Kalian sebenarnya tidaklah perang perang sebenarnya Cuma main main saja lagi pula jumlah banyak tidak menentukan kemenangan, sebenarnya itu hanya alasan Tuan Sorba Di Banua sang bapak saja

Kalau begitu kata bapak baiklah kami akan mencobanya kata keturunan Sibaso paet.

Setelah itu masing masing anak mempersiapkan alat panahnya yang terbuat dari sanggar. Tetapi salah seorang anak dari Anteng malela yang bernama Hutalima  menyarankan kepada saudara saudaranya  membuat ijuk yang tajam diujung anak panahnya, tetapi si Raja Oloan keberatan dengan usul si huta lima , namun si raja Hutalima tetap melaksakan niatnya.

kena panah

Permainanpun dimulai anak panah berseliuran di kedua belah pihak tiba-tiba anak panah si Raja Hutalima yang ujungnya dipasangi dengan ijuk yang tajam mengarah  si Raja Sobu dan siraja Soba menangkap anak panah tersebut, lalu mengadukan kelakuan si Raja Huta lima kepada Tuan sorba di Banua, yang kemudian bapaknya pura-pura menegur siraja Huta Lima  sambil mengatakan “ Naso uhum do i tutu  binahenna i, ta uhum pe ibana.

Tuan Sorba di Banua sedang ngomong Si Raja Sobu mengembalikan anak panah Siraja Hutalima dantepat mengenai matanya. Melihat adiknya si Raja Huta lima kesakitan . Si Bagot ni pohan sembari berkata “Partodos doho” (Pembunuh kau), kenapa kau katakan begitu, jelas kau lihat bahwa anak panah dia yang saya kembalikan padanya jawab si Raja Sobu pada Si Bagotni Pohan. Mendengar jawaban si Raja sobu ada benarnya maka genggaman sibagotni Pohan dilepaskan.

Penderitaan  si Raja Hutalima lama kelamaan membuat dia menderita dan semakin pah yang akhirnya membawa siRaja Huta Lima meninggal.

Tuan Sorba ni Banua bertambah sedih semenjak ditinggal siraja Huta lima .dan akhirnya Tuan Sorba Di Banua pun Meninggal.

Ketiga anak si baso paet lama kelamaan menjadi khawatir atas keturunan Antengmalela sepeninggal Tuan Sorba Di Banua, mereka takut kalau kalau keturunan Anteng malela boru Pasaribu balas dendam atas kematian SiRaja Hutalima.

Kekhawatiran keturunan sibasopaet membuat mereka berencana meninggalkan kampung mereka Lobu parserahan ke lobu galagala dilereng Dolok Tolong seterusnya kelereng Dolok Imum daerah silindung, dari sanalah ketiga bersaudara tersebuk keperantauannya.

Inilah awal perpecahan dan perpisahan keturunan Tuan Sorba Di Banua dari kedua isterinya yaitu Anteng malela  boru Pasaribu dengan Sibasopaet.

Demikian juga keturunan Ibu Antingmalela:

Sipaet tua pergi merantau ke arah timur Balige yaitu Lagu Boti, Silahi Sabungan pergi ke pantai Utara Danau Toba yaitu silalahi Nabolak sedang si Raja Oloan mula mula ke Pangururan dari sana pindah ke Bakara. ( ini versi Dr.Richard Sinaga)

 

Masalah Muncul diantara anak Atengmalela !!

 

Setelah ketturunan Sibasopaet meninggalkan kampung mereka, Ibu Anteng malela berkeinginan makan “Horbo Santi”,serta adikmereka si Raja Hutalima dikuburkan.

Untuk memenuhi kebutuhan Ibu mereka Sibagotni Pohan sebagai anak tertua menyuruh adik adiknya mempersiapkan :

SiPaettua  mencari rotan untuk membuat tali penarik kerbau.

Silahi Sabungan  mencari kayu untuk mengikatkan kerbau.

Sedang SiRaja Oloan mencari kayu jungjungbuhit

Ketiga adik Sibagot ni Pohan merasa sakit hati atas suruhan abangnya karena siBagotni Pohan sebenarnya mempunyai anak lakilaki yang dapt disuruh surhnya, Meskipun  demikian mereka berangkat juga sembari kesal maka mereka berniat untuk pergi dengan mengulur ulukan waktu dengan mencari yang disuruh abangnya dengan santai (melama-lamakannya).

Si Bagot ni Pohan menunggu adik adiknya cukup lama sedangkan sang Datu Namora Pasaribu sudah mendesak agar segera memulai acara Ritual, namun ketiga adik-adik tidak muncul juga maka dimulailah acara.

berunding

Setelah satu hari selesai acara ketiga adik-adiknyapun muncul dengan marah-marah.:

“Ia i daba ,na so uhum do pambahenmi,burju rohanami mangoloi ho mangalului pulungpulungan hape na pasidingsiding hami do huroha tahim,asa holan ho margondang . Asa molo tung na hombar do pambahenmi tu paranggionmu,rap horas ma hita. Alai anggo na mangalaosi do ho di adat ni ompunta dohot amanta, sarimaho disi.”

(Abang kau telah bertindak tidak sesuai dengan aturan, kami sudah menuruti perintahmu ,tetapi kau sengaja menyuh kami untk menyingkirkan kami, agar kau sendiri yang melaksanakn acara ini dan menari kau telah melanggar apa yang biasa dilakukan nene moyang kita , apapun yang terjadi itu menjadi tanggung jawabmu)

Sibagot ni Pohan pun menjawab pernyataan adik-adiknya “Ndang dohononmu i tu ahu, ai hamu do na magelehu. Tole nunga masa muse lago ni ari, gabe disuru Datu ingkon pasahaton di ari  tiniti i, alai hudok pe songoni: Ba pauk pauk hudali,pagopago tarugi,ndang na tading molo niulahon,ndang nasegamolopinauli!Asa ndang salpu na  dope, mangan horbo pe hita sahali nari,” katanya membujuk adik-adiknya.

(“Tidak pantas kalian bicara begitu, kalian yang sengaja mengulur ulur waktu pencarian , sedang hari acara ulaon sudah ditetapkan sudah dekat namun kalian tidak muncul juga, karena Datu Namora Pasaribu mendesak agar segera dilaksanakan, aku tidak dapat menundanya lagi, Meskipun demikian adik-adikku itu tidak masalah kerna acara sudah berjalan baik, untuk memakan kerbau kita bisa laksanakan lagi )

bersambung ….3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s