Sejarah Indonesia dari Kutai sampai NKRI-2

Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan Tarumanegara dibangun Rajadirajaguru Jayasingawarman taun 358 M. Dheweke merentah ngantek taun 382 M. Jayasingawarman jane sekang Ceylan (Srilangka siki) India, sing ngungsi ming Nusantara merga bangsane kalah perang. Makam Rajadirajaguru Jayasingawarman ana nang sekitar kali Gomatri (siki wilayah Bekasi). Kerajaan Tarumanegara kiye ialah kelanjutan sekang Kerajaan Salaknegara.


1. Lokasi Kerajaan
Berdasarkan penemuan dari beberapa prasasti tentang kerajaan Tarumanegara, maka letak kerajaan itu adalah di wilayah Jawa Barat, dengan pusat kerajaan diperkirakan terletak di sekitar daerah Bogor sekarang.
Adapun wilayah kekuasaan kerajaan Tarumanegara meliputi daerah Banten, jakarta sampai ke perbatasan Cirebon, sehingga dapat ditafsirkan bahwa pada masa pemerintahan Raja Purnawarman wilayah kekuasaan kerajaan Tarumanegara hampir menguasai seluruh wilayah Jawa Barat.
2. Sumber Sejarah
Sumber-sumber sejarah Tarumanegara berasal dari berita asing dan prasasti-prasasti sebagai berikut.
· Berita Cina, berita dinasti T’ang menyebutkan bahwa seorang pendeta Cina yang bernama Fa-Hien terdampar di Pulau jawa (414 M) ketika ia hendak kembali dari India ke negerinya di Cina. Dalam catatan perjalanannya, ia menyebutkan bahwa di daerah pantai utara Pulau Jawa bagian barat telah ditemukan masyrakat yang mendapat pengaruh Hindu India. Masyarakat yang ditemukan itu diperkirakan menjadi bagian dari masyrakat kerajaan Tarumanegara.
· Prasasti-prasasti, diantaranya: Prasasti Ciaruteun (Ciampea, Bogor), Prasasti Kebon Kopi (Bogor), Prasasti Jambu (Bogor), Prasasti Muara Cianten (Bogor), Prasasti Tugu (daerah Tugu, Jakarta Utara), Prasasti Awi (Leuwiliang), Prasasti Munjul (Banten).
Setiap prasasti itu memuat tentang keberadaan kerajaan Tarumanegara dengan rajanya yang memerintah bernama Purnawarman. Misalnya, tulisan yang terdapat prasasti Ciaruteun (yang juga dikenal dengan sebutan Batutulis) itu berbunyi:
Vikrantasya Vanipateh, Crimateh Purnawarmanah Tarumanegarandrasa, Visnor iwa padadvayam.
Artinya:
"Kedua buah tapak kaki yang seperti tapak kaki Dewa Wisnu adalah tapak kaki dari Raja Purnawarman, raja dari negeri Taruma, raja yang gagah berani."
Bahasa pada prasasti itu adalah Bahasa Sansekerta dengan huruf Pallawa. Dari perbandingan melalui huruf-huruf pada prasasti yang ditemukan di India, maka parasasti-prasasti tersebut diperkirakan ditulis pada abad ke-5 M.
3. Kehidupan Politik
Raja Purnawarman adalah raja besar yang telah berhasil meningkatkan kehidupan rakyatnya. Hal ini dibuktikan dari prasasti tugu yang menyatakan bahwa Raja Purnawarman telah memerintahkan untuk menggali sebuah kali. Penggalian sebuah kali ini sangat besar artinya, karena pembuatan kali ini berarti pembuatan saluran irigasi untuk memperlancar pengairan sawah-sawah pertanian rakyat. Dengan upaya itu, Raja Purnawarman dipandang sebagai raja besar yang memperhatikan kehidupan rakyatnya.
4. Kehidupan Sosial
Pada parasasti Ciaruteun disebutkan bahwa telapak kaki Raja Purnawarman disamakan dengan telapak kaki Dewa Wisnu, di mana Dewa Wisnu dipandang sebaga dewa pelindung dunia. Jadi, Raja Purnawarman adalah seorang raja yang terus berusaha untuk meningkatkan kesejahteraan kehidupan rakyatnya.
5. Kehidupan Ekonomi
Pada prasasti Tugu dinyatakan, bahwa Raja Purnawarman memerintahkan untuk membuat sebuah terusan sepanjang 6122 tombak. Pembangunan terusan ini mempunyai arti ekonomis yang besar bagi masyarakat, karena dapat dipergunakan sebagai sarana pencegah banjir dan sarana lalu lintas pelayaran perdagangan antar daerah di Kerajaan Tarumanegara atau dengan dunia luar.

Raja-Raja Tarumanegara

  • Rajadirajaguru Jaya Singawarman taun 358 – 382 M
  • Dhamayawarman taun 382 – 395 M
  • Sri Purnawarman taun 395 – 434 M
  • Wisnuwarman taun 434 – 455 M
  • Indrawarman taun 455 – 515 M
  • Candrawarman taun 515 – 535 M
  • Suryawarman taun 535 – 561 M
  • Kertawarman taun 561 – 628 M
  • Sudhawarman taun 628 – 639 M
  • Hariwangsawarman taun 639 – 640 M
  • Nagajayawarman taun 640 – 666 M
  • Sang Linggawarman taun 666 – 669 M
  • Tarusbawa taun 669 – 670 M

Bar kuwe Kerajaan Tarumanegara dibagi dadi loro ialah Kerajaan Sunda karo Kerajaan Galuh. Kerajaan Sunda ialah kelanjutan Kerajaan Tarumanegara, lantes Kerajaan Galuh sedurunge ialah Kerajaan bawahan ning misahna dhewek lan diperentah Prabu Wretikandayun.

Raja Tarumanegara terakhir jane Sang Linggawarman, sebab Prabu Tarusbawa sing nerusna tahta jane mantu Linggawarman. Tarusbawa juga sing ngobah jeneng kerajaan Tarumanegara dadi kerajaan Sunda sekaligus mindahna ibukota kerajaan ming Sundapura. Tarusbawa juga sing menuhi tuntutan Prabu Wretikandayun sing arep misahna kerajaan Galuh (merdeka sekang Tarumanegara).

Dong masa pemerentahan Surayawarman (535 – 561 M), Manikmaya salah siji mantune, mbangun Kerajaan bawahan jenenge Kerajaan Kendan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s