Peranan Agama dalam Sejarah Suku Bangsa Batak

image 

Mulajadi Na Bolon adalah Sesembahan Orang Batak sebelum Agama-agama Hindu/Budha, Islam dan Nasrani (Protestan/Katolik), memasuki kepercayaan orang Batak.

Tanda-tanda pengaruh Agama-agama ini masih terlihat pada suku bangsa Batak, pengaruh Hindu/budha pada suku Batak Simalungun,dan Karo, Pengaruh Agama Islam pada suku Batak Mandailing(Tapsel), serta Pengaruh Agama Nasrani ( Protestan/Katolik ) sangat kental pada suku bangsa Batak Toba.

Agama adalah salah satu faktor yang menyebabkan sejarah Batak kabur, dan tidak jelas,Karena masing-masing Agama melalui intelektualnya membuat sejarah berdasarkan susut pandang agama yang dianutnya.

Sejarah Batak  selama ini selalu menimbulkan polemik yang berkepanjangan dan tidak pernah ada kesepakatan berdasarkan kesadaran pentingnya sejarah didalam perjalanan suatu bangsa.

Churchil pernah berkata :”Semakin jauh anda melihat kebelakang (sejarah) akan semakin jauh pula anda melihat ke depan. Sedangkan Yesaya menyatakan:”Bahwa untuk melihat masa depan , engkau harus melihat kebelakang (sejarah). Begitu pentingnya sejarah didalam kemajuan suku bangsa, inilah yang menyebabkan Bangsa Batak sedikit tertinggal dari saudara-saudaranya suku bangsa lain di bumi Indonesia, seperti sulu Minang, Jawa, sunda bahkan Manado dll.

Agama Islam yang mayoritas dianut suka Batak Mandailing  akan mengalami kesulitan menerima ulasan sejarah yang diuraikan oleh penulis suku Batak Toba yang mayoritas beragama Nasrani, dengan alasan  bahwa isi dari tulisan tersebut selalu memojokkan agama Islam, dan mebesarbesarkan peranan tokoh Keristen dalam pembentukan kepribadian orang Batak, Oleh karenanya Batak Mandailing belakangan ini tidak lagi mengakui dirinya sebagai orang Batak. Dan Begitu juga sebaliknya apabila ada penulis-penulis sejarah Batak yang isi tulisannya menonjolkan peranan Islam, maka Orang Batak Nasrani tidak akan pernah menerimanya sebagai fakta sejarah. Sungguh sayang nama besar Batak tidak pernah dapat besar kerna pertikaian yang terselubung.

Copy of stem.

Sebagai Contoh , tanggapan terhadap tulisan Man garadja Onggang Parlindungan tentang bukunya yang berjusul  “Tuanku Rao” , banyak menimbulkan polemik dimulai dari Tokoh Muhammadiyah Hamka yang membantah bahwa Tuanku Rao bukanlah orang Batak, meskipun Mangaradja Onggang Parlindungan dalam penguraiannya lengkap dengan Tahun. Bagi Orang Batak beragama Keristen dapat menerimanya karena Buku tersebut dengan gamblangnya menguraikan penyerangan  kelompok Paderi yang beragama Islam  bermazhab Hambali (wahabi) ke tanah Batak, dimana didaerah Toba kaum paderi yang dipimpin Tuanku Rao membumi hanguskan tanah Batak.

Demikianjuga paparan sejarah Batak tulisan Julkifli Marbun yang belakangan ini banyak di copy paste orang (sama dengan MOP) dalam penguraiannya lengkap dengan tahun kejadian. Semuanya belum dapat diterima dengan sepakat dari kedua belah pihak baik Nasrani maupun Islam .

Himbauan, Sebenarnya apa yang dilakukan kedua tokoh tersebut diatas aganya  dapat dibuat sebagai motivasi untuk penelitian yang lebih efektif dan akurat. Mari kita semua Suku Bangsa Batak, baik Toba, Mandailing, Karo, Dairi dan Simalungun, maupun Islam dan Keristen sama-sama membuka tabir misteri sejarah Suku Bangsa Batak.

Dan saya berkeyakinan sangat banyak Intelektual Batak yang mampu melakukan penelitian sejarah Batak secara objektif san menyadarai pentingnya sejarah didalam menata masa depan Suku bangsa Batak, seperti saudara Sadar Sibarani yang menulis buku SIRAJA BATAK (2 jilid)dll -THP

TobaBeams

11 thoughts on “Peranan Agama dalam Sejarah Suku Bangsa Batak

  1. if hitting suggestion and criticism, my feel your masterpiece have nicely. hit less or more your masterpiece, only need adding a few/little knowledge about some fossil empire of simalungun exist in simalungun land.

  2. betul sekali lae kita orng batak harus bersatu tanpa memandang apapun agama dan kepercayaanya… seharusnya kita bangga jadi orang batak

  3. Ping-balik: 2010 in review « PARDEDE JABI-JABI

  4. Anda ada benarnya, namun tidak luput dari kesalahan! Kajian tentang sejarah suku Bangsa “Batak” tidak mesti didekati dengan perasaan kesuperioran suku Toba. Pernahkah kita duduk sama rendah berdiri sama tinggi para peradat Dalihan Na Tolu: Toba, Angkola, Mandailing, Karo, Pak-Pak/Dairi berunding/martahi/marpokat dari mana muncul, kapan, siapa yang memberi nama suku kita dan apa arti/makna Batak? Seperti yang telah dibahas oleh pakar bangsa kita tidak ditemukan akar kata “Batak” dalam bahasa Melayu Tua dan Sanskerta. Paska Indonesia kita pernah sepakat Tapanuli misal Taput, Tapteng, Tapsel namun karena saudara kita Simalungun dan Karo tidak tercover maka kita harus berunding mencari nama suku kita yang sama baiknya dengan Tapian Na Uli. Sebelumnya orang kita Mandailing bila menyebut saudara dari Taput orang Toba lihat Buku Si Bulus-Bulus Si Rumbuk-Rumbuk tulisan tokoh pendidik dari Mandailing Willem Iskander 1834. Masa saya di SR, 56 thn yang lalu kami menyebut salah seorang bapak guru kami sebagai penghormatan Guru Toba. Kami tidak menyebutnya dan tidak tahu bahwa beliau Guru Batak karena berasal dari Bataklanden istilah kolonial Belanda. Oleh karena itu jangan terburu nafsu menyebut semua orang Mandailing tidak mau bersatu. Kalau Anda mengatakan apalah arti sebuah nama? Sesungguhnya Anda sampai kapanpun tetap keliru terhadap orang Mandailing yang berprinsip nama adalah sebuah do’a. Bila sudah terlanjur tidak usah kuatir mari kita perbaiki nama suku kita agar dunia tahu. Horas…….

  5. Keengganan itu sepertinya ada hubungannya dengan agama. Bukankah Islam mengajarkan bahwa orang non muslim sebagai kafir? Sebab sesungguhnya mereka (Yahudi & Nasrani) tidak akan pernah berhenti sampai kalian beralih dari agama Islam…. Begitu kira2 bunyi salah satu ayat dalam alquran. Dan banyak lagi ayat lainnya yang menanamkan kecurigaan berlebihan pada non muslim dalam Quran.

  6. Bukankah Islam juga mengajar dan menganjurkan menghormati orang dan agama lain ?dengan cara pendekatan budaya semua suku batak baik yang beragama Kristen,Islam,dan berkepercayaan dapat menggalang kekuatan membangun dan mempersatukan Batak tanpa menghembus-hembuskan sara, maaf bukan sekularisme

  7. Banyak hambatan yang akan kita hadapi apabila ingin berbuat baik tetapi apabila kita mau untuk berbagi informasi akan lebih banyak kesamaan dari pada perbedaan , Contoh kalau kita ( Orang Batak ) merantau ke Timor Timur Sebelum merdeka.

  8. Org Jabi2 mana ada yg Islam..? bgitu yg terlintas difikiranku)
    (aku juga dri jabi2.. < keturunan – Datu Juping, Pardede-Onan No.17)
    @pardedejabi : isi Plot nya ga berurutan dan tidak mengikuti alur yg ada.
    * Ini rangkuman (comotan) atau Cliping : (cek it ot)
    "Churchil pernah berkata :”Semakin jauh anda melihat kebelakang (sejarah) akan semakin jauh pula anda melihat ke depan. Sedangkan Yesaya ……… ……… …….. ……… inilah yang menyebabkan Bangsa Batak sedikit tertinggal dari saudara-saudaranya suku bangsa lain di bumi Indonesia, seperti sulu Minang, Jawa, sunda bahkan Manado dll."

    < apa hubungannya ^^ dimasukkan ?; sp churcil ?

  9. @amanta : Toba itu nasional.
    tanpa toba , suku batak lain tak akan di kenal di International.
    (spt bahasa nasional, tetapi bukan berarti superior)
    (kita di perantauan ga usah mem-bodo)

  10. HAsian Pard 17 ! onma kelebihan ni Pomparanni raja bona ni onan Pardede, kalau diperantauan pluralistik piinompar Raja bona ni onan sudah terbentuk, memang dibona pasogit Balige khususnya munglin tidak tanpak orang jabijabi yang Islam, kalau ho hasian mulak tu Balige adong do pinomparni Raja Toga Laut Pardede na marugamo Islam, dan tidak mau ketinggalan dalam setiap paradaton.
    Dan tidak benar kalau bukan Suku Batak Toba tak akan dikenal di International, batak Simalungun, pakpak dan mandailing cukup lumayan banyak berperanan di dunia International.- Mauliate

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s